Sepekan setelah Ramadhan meninggalkan kita semua, apakah kita ummat Islam telah meraih kemenangan? Apa sesungguhnya haqiqat kemenangan hidup? Apa bedanya dengan kesuksesan sesaat bagi kesenangan nafsiyah? Seperti biasa, bagi yang berkehendak memberi komentar, tersedia form di belakang, setelah tombol "Baca Lanjut" diklik. Kami yakin para pembaca akan melimpahkan kemurahan hati berwujud saran-krtik atas jenis sajian seperti di bawah. Sebelum dan sesudahnya, kami ucapkan jazakumullaah khairaan katsiiraa. Bagi pengguna BB dan piranti mobile lain, sajian di bawah bisa jadi tak tertangkap, mohon maaf. Sekali lagi: Taqabballaahu minna wa minkum -Admin.
Jumat, 17 September 2010
Kesuksesan Materi, atau Kemenangan Haqiqi?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Sinyalemen hadits tersebut memberikan gambaran bahwa: dari tahun ke tahun yang dapat diberlangsungkan dan diperoleh kebanyakan manusia dari kunjungan Ramadhan hanyalah mendatangkan ritual rasa lapar dan dahaga dari puasanya. Tidak ada perubahan dan pembaharuan berarti yang dapat dibukti-rasakan dalam berkehidupan, kecuali yang selalu muncul hanya keluh-kesah atas kesulitan berantai menjalani kehidupan. Seakan hadits tersebut tampil sebagai kaca cermin besar yang menunjukkan puasa kebanyakan manusia layaknya puasa anak-anak. Anak-anak itu berbangga dalam berpuasa agar memperoleh berbagai hadiah yang diiming-imingkan yang kesemuanya bersifat keindahan dan kesenangan nafsu semata. Ketika bentuk keindahan-kesenangan nafsu tidak terpenuhi mereka kecewa putus asa dan perhatiannya lebih terpaku pada kesulitan yang ditemui daripada kasih Ilaahi.
Untuk itu mari sejenak di bulan yang fithrah ini kita tunduk-renungkan diri hadirkan Allah selaku saksi kejujuran, diri bertanya pada nurani-hati. Pada tingkatan puasa apakah yang sudah berhasil kita langsungkan selama ini? Tentunya masing-masing pribadi beriman tidak hendak puasanya dinilai-persepsikam sama dengan puasanya anak-anak, kecuali yang diharapkan dari berpuasa dapat menghantarkan jiwa pada kedekatan cinta dengan Allah. Namun demikiankah yang diperoleh?
Asswrwb.,
BalasHapusSelamat Idul Fitri! Bagus pak n familiar di mata, seperti baca koran, hehe. Membacanya cukup nyaman. Malahan klo bisa, ditambahi vidio, shg lebih menarik... Salam utk mas Glagah n pak Galih.
sihardiman1979@gmail.com
Wa'alaikum salam, wr.wb.,
BalasHapusTerimakasih komentarnya. Hanya saja kami agak khawatir menjadi berat/makan waktu lama untuk tampil. Mohon bantuan Bapak sekiranya hal tersebut dialami. Glagah Nuswantara