Baiti, Madrasati (Rumahku, Madrasahku): Mewujudkan Akhlaq Keluarga Cinta Allah. Pusat dan awal pembinaan akhlaq bangsa sesungguhnya ada pada setiap keluarga. Bila bangsa ini menjadi bangsa korup dan suka kekerasan --termasuk merusak alam lingkungan-- pastikanlah, bahwa kerusakan berpangkal dari tiadanya cinta pada Allah. Di situ pula letak keroposnya tauhid. Pembenahannya mesti dimulai dari pendidikan akhlaq di dalam setiap keluarga. Rumah adalah sekolah yang sesungguhnya bagi tiap muslim! Demikianlah ringkasan sebagian dari isi Khutbah Idul Adha Al Ustadz Abdullah Said Al Bathoty
Sabtu, 27 Oktober 2012
Baiti, Madrasati (Rumahku, Madrasahku): Mewujudkan Akhlaq Keluarga Cinta Allah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Sinyalemen hadits tersebut memberikan gambaran bahwa: dari tahun ke tahun yang dapat diberlangsungkan dan diperoleh kebanyakan manusia dari kunjungan Ramadhan hanyalah mendatangkan ritual rasa lapar dan dahaga dari puasanya. Tidak ada perubahan dan pembaharuan berarti yang dapat dibukti-rasakan dalam berkehidupan, kecuali yang selalu muncul hanya keluh-kesah atas kesulitan berantai menjalani kehidupan. Seakan hadits tersebut tampil sebagai kaca cermin besar yang menunjukkan puasa kebanyakan manusia layaknya puasa anak-anak. Anak-anak itu berbangga dalam berpuasa agar memperoleh berbagai hadiah yang diiming-imingkan yang kesemuanya bersifat keindahan dan kesenangan nafsu semata. Ketika bentuk keindahan-kesenangan nafsu tidak terpenuhi mereka kecewa putus asa dan perhatiannya lebih terpaku pada kesulitan yang ditemui daripada kasih Ilaahi.
Untuk itu mari sejenak di bulan yang fithrah ini kita tunduk-renungkan diri hadirkan Allah selaku saksi kejujuran, diri bertanya pada nurani-hati. Pada tingkatan puasa apakah yang sudah berhasil kita langsungkan selama ini? Tentunya masing-masing pribadi beriman tidak hendak puasanya dinilai-persepsikam sama dengan puasanya anak-anak, kecuali yang diharapkan dari berpuasa dapat menghantarkan jiwa pada kedekatan cinta dengan Allah. Namun demikiankah yang diperoleh?
0 komentar:
Posting Komentar
Silakan tinggalkan akun valid e-mail Anda.